Minggu, 07 Oktober 2012

Sejarah Kognitif Sains



Penelusuran kembali prasejarah kognitif sains tidak terlepas dari  filosofis yunani terdahulu (seperti Plato), dan pasti termasuk para filosofis seperti Descrates, David Hume, Immanuel Kant, Benedict de Spinoza, Nicholas Malebranche, Pierre Cabanis, Leibniz dan John Locke. Bagaimanapun, meski pada awalnya para filosofis sangat mengkontribusikan penemuan filosofi pada pikiran, pada akhirnya mengarah pada psikologi perkembangan, mereka tetap bekerja dengan seluruh perbedaan yang mengatur perangkat dan konsep inti dari kognitif sains.

Budaya yang modern dari kognitif sains dapat menelusuri kembali cyberneticists in tahun 1930-an sampai 1940-an, misalnya, Warren McCulloch dan Walter Pitts, yang berupaya untuk memahami prinsip organisasi dari pikiran. McCulloch dan Pitts mengembangkan varian pertama dari apa yang sekarang dkenal dengan jaringan syaraf buatan, model perhitungannya terinspirasi oleh jaringan syaraf biological.

Perintis lainnya di awal perkembangan dari theory perhitungan dan komputer digital di tahun 1940-an dan 1950-an adalah Alan Turing dan John Von Neumann yang berperan penting dalam perkembangan ini. Komputer modern atao mesin Von Neurman akan memainkan peran central dalam kognitif sains, keduanya sebagai metafora pikiran dan alat investigasi.

Di tahun 1959, Noam Chomsky mempublikasikan ulasan yang pedas pada buku Skinner “ Verbal Behaviour”. Pada waktu itu paradigma behaviouristik skinner mendominasi ilmu psikologi. Dimana fokus ilmu psikologi pada saat itu adalah hubungan fungsional antara stimulus dan respon, tanpa perwakilan pada suatu yang ada di dalam diri manusia. Argumen Chomsky menyatakan bahwa dalam urutan penjelasan bahasa dibutuhkan grammar, yang tidak hanya dihubungkan ke dalam perwakilan dari dalam diri manusia tapi juga karakteristik urutan yang mendasari mereka.

Istilah kognitif sains pertama kali dicetuskan oleh Christopher Longuet-Higgins dalam komentarnya di tahun 1973 dalam Lighthill Report,  yang bersangkutan dari kondisi saat ini dari penelitian intelegensi buatan. Dalam dekade yang sama, journal kognitif sains dan kognitif sains masyarakat di temukan. Pada tahun 1982, Vassar College menjadi institusi pertama di dunia yng memberikan gelar sarjana pada bidang kognitif sains.

Pada tahun 1970-an dan awal 1980-an, banyak penelitian kognitif sains yang memfokuskan diri pada kemungkinan dari intelegensi buatan. Para peneliti seperti Marvin Minsky, menulis program bahasa komputer, lalu seperti LISP yang berupaya untuk meresmikan pengkarakteriskitkan dari tahap-tahap yang dilewati manusia, contohnya, dalam pembuatan keputusan dan pemecahan masalah, dengan harapan untuk memahami pemikiran mausian lebih baik lagi dan juga dengan harapan untuk dapat membuat pikiran buatan. Pendekatan ini yang dikenal sebagai “ Symbolyc Al”.

Pada akhirnya, batasan dari program penelitian symbolic Al menjadi nyata. Sebagai contoh, itu tampak tidak realistis untuk daftar pengetahuan manusia secara menyeluruh, dalam bentuk yang dapat digunakan oleh simbolik (penyimbolan) program computer. Di akhir 80-an dan 90-an telah terlihat kemunculan dari jaringan syaraf dan hubungannya sebagai paradigma penelitian.  Dalam sudut pandang ini,  seringkali dikaitkan oleh James McCleland dan David Rumelhart, bahwa, pikiran bisa dikarakteristikan sebagain pengaturan dari suatu hubungan yang rumit, dan perwakilan dari lapisan jaringan. Argumen dari para pengkritik menyatakna bahwa terdapat beberapa fenomena pengambilan yang lebih baik oleh model simbol, dan itu model hubungan itu seringkali menjadi  begitu rumit untuk memiliki kekuatan penjelas sedikit. Baru-baru ini simbolik dan model hubungan sudah berkombinasi, membuat kemungkinan to mengambil keuntungan dai kedua bentuk penjelasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar